This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 20 Januari 2014

FBI Tangkap Salah Satu Anggota Hacker Anonymous

Salah satu pentolan group hacker paling terkenal, Anonymous, akhirnya bisa lacak oleh FBI. Penyebab utamanya adalah karena pacar sang hacker memposting foto nya di Twitter. Hacker tersebut bernama Higinio O Ochoa III. Dia dituduh telah melakukan aksi melawan hukum dan membobol jaringan sejumlah situs Pemerintah Amerika Serikat (AS). Ochoa tinggal di Texas, Amerika Serikat, dan saat ini berusia 30 tahun. Pada bulan Februari lalu, Ochoa, melalui akun Twitter @AnonW0rmer memasukkan link sebuah situs di mana data-data dari situs Pemerintah AS dipublikasikan. Pada bagian bawah situs itu terdapat foto perempuan memakai sebuah tanda. Data itu menunjukkan foto itu diambil menggunakan iPhone. Foto-foto itu diambil melalui ponsel di sebuah rumah di Wantirna South, Melbourne, dan ternyata perempuan tersebut adalah pacar Ochoa bernama Kylie Gardner. Setelah memantau dalam jangka waktu cukup lama, akhirnya polisi berhasil menangkap Ochoa dirumahnya.

Menanti Sang Raksasa China Bangun dari Tidurnya

Jakarta - "Kami ingin jadi merek top di bidang perangkat pintar dalam tahun-tahun mendatang. Setara dengan nama seperti Sony, Samsung atau Apple," kata LV Qianho, Global Marketing director ZTE Corporation di Hong Kong.

Qianho beberapa kali mengucap kalimat itu dalam konferensi pers bersama puluhan wartawan dari berbagai negara. Pria dengan aksen China kental ini memberi pesan jelas, ZTE tak mau lagi diremehkan, tidak mau lagi dianggap merek ponsel murahan.

Beberapa kali pula ia menyebut nama Apple dan Samsung hanya untuk mengklaim bahwa ponsel ZTE tidak kalah dengan buatan mereka. "Malah dalam beberapa sisi, ponsel kami lebih baik," katanya dengan meyakinkan.

Ambisi pun telah dicanangkan. ZTE optimistis mampu meraih 10% pangsa pasar smartphone global di tahun 2017, dari pencapaian 6% di tahun 2013.

Bisnis Ponsel Bundling Menurun

Mungkin dalam benak banyak orang, ponsel ZTE identik dengan harga murah dan biasanya dijual dengan sistem bundling operator. Model bisnis seperti ini memang menguntungkan bagi ZTE. Kerja sama erat dengan operator dalam penyediaan ponsel memastikan pendapatan yang stabil.

"Secara tradisional, ZTE menjual handset melalui operator dan kami telah melakukannya dengan baik di area tersebut. Namun kami melihat kesempatan juga untuk menjual ponsel secara bebas," kata Ni Fei, Head of ZTE Nubia Unit.

Samsung 'Pagari' Galaxy S Value, Simple & Fresh

Jakarta - Samsung tampaknya benar-benar bersiap menyambut hajatan berikutnya, di ajang Mobile World Congress (MWC) 2014. Sederet smartphone dengan seri Galaxy S disebut-sebut akan muncul di perhelatan ini.

Spekulasi ini muncul dari sebuah informasi yang dibocorkan akun Twitter @evleaks, Senin (20/1/2014), yang menyebutkan Samsung 'mengamankan' tiga nama untuk produk terbarunya. Embel-embel Galaxy S tetap dilekatkan ponsel terbarunya ini, namun dengan tambahan sebutan di belakangnya.

Ketiganya yakni Galaxy S Value, Galaxy S Simple dan Galaxy S Fresh. Akun yang kerap memberikan bocoran mengenai gadget terbaru ini menginformasikan, kemungkinan besar tiga smartphone Android tersebut akan diumumkan dalam beberapa pekan lagi, yakni di MWC 2014.

Dilaporkan @evleaks, tiga nama tersebut sudah diamankan di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Namun belum ada bocoran spesifikasi mengenai ketiganya. Melihat dari namanya, tiga seri ponsel ini sepertinya ditujukan menyasar segmen middle-end alias lebih murah dari seri Galaxy 'jagoan' seperti Galaxy S4.